Di mana ada suatu karya seni, di situ ada luapan kritik dan saran.
Hal ini juga berlaku pada dunia AMV/MMV/GMV, yang juga merupakan bentuk seni.
Nah, ternyata memberi kritik dan saran tidak semudah yang dibayangkan.
Oleh karena itu, penting untuk mencermati beberapa poin berikut ini:
1) Good intention
Ingat, kamu memberikan saran dan kritik untuk membangun, dan bukan untuk menjatuhkan seseorang.
Oleh karena itu, pastikan kamu memilih kata-kata yang bersifat netral
2) Start with a praise
Tidak ada orang yang tidak bahagia ketika usahanya di-apresiasi.
Oleh karena itu, mulailah dengan menceritakan poin-poin yang sudah dicapai oleh editor dalam hasil karyanya. Setelah itu, barulah berikan masukkan bagimana karya tersebut bisa diperbaiki.
Jangan meninggalkan kritik dan saran tanpa informasi yang dapat membangun.
3) Be specific! Give alternatives!
Ketika kamu menyoroti hal-hal positif dan hal-hal yg membutuhkan perbaikan, jangan lupa memberikan detail yang dimaksud.
Kamu bisa menunjuk suatu bagian dari karya tersebut, lalu menceritakan secara detail apa saja hal yg menurutmu sudah baik atau yg butuh perbaikan.
Dan ingat, jangan lupa memberikan opsi bagaimana seseorang dapat memperbaiki bagian tersebut.
4) Close it with a conclusion and encouragement
Tutup suatu kritik dan saran dengan impresi-mu. Sisipkan juga kata-kata penyemangat untuk memicu penerima saran untuk terus berkarya dan berusaha lebih baik lagi.
5) Empathy
Ingat, AMV/MMV/GMV adalah suatu seni, sehingga opinimu dan opini pencipta karya dapat berbeda. Namun, perbedaan ini bukanlah merupakan suatu halangan atau ranah untuk membuat suatu kericuhan. Justru perebedaan ini adalah ranah untuk bertukar pendapat dan pikiran untuk menciptakan karya-karya yang lebih baik dan lebih diterima oleh target viewer yang lebih luas.
Oleh karena itu, sang pemberi saran maupun penerima saran harus berbesar hati untuk memberikan / menerima saran.
Nah, tulisan ini akan kututup dengan memberikan beberapa contoh kritik dan saran.
“Idenya bagus, fresh. Ku suka terutama bagian …. Pilihan lagunya juga cocok, apalagi pada bagian …. Tapi keliatannya masih ada beberapa bagian yg timingnya kurang tepat, contohnya …. Lalu, keliatan ada glitch bagian …. Transisi pada bagian …. sepertinya kurang cocok karena …, coba gunakan transisi …. atau …. supaya …. Overall ok, tetapi ada bagian yg membutuhkan perbaikan. Keep it up!”
“Timing dan efeknya menarik perhatian. Apalagi efek …. pada bagian …. Tapi untuk pengaturan scene masih butuh latihan, karena ada beberapa scene yg terasa tidak nyambung dengan lagu atau scene sebelum / setelahnya, contohnya pada bagian …. Kecepatan dan pace dari karya ini juga masih perlu perhatian, karena ada beberapa bagian yang terasa cepat sekali, terus tiba-tiba melambat, contohnya pada bagian …. Tapi kamu punya potensi, terutama dalam meng-edit karya tipe …. Good job!”





