Hey ho!
Setelah sekian lama tidak update, kali ini ku mau bawakan satu topik yg cukup sensitif, yaitu tentang istilah ‘steal’ dalam dunia AMV. Sebelum beranjak lebih lanjut, sebagai disclaimer, tulisan ini ditulis berdasarkan pemahaman dan pengalaman penulis, sehingga tulisan ini bukan merupakan pernyataan yg absolut, dan perbedaan opini cenderung terjadi.
Mengingat ada berbagai macam level ‘steal’, maka ku mau memperkenalkan beberapa istilah yg kuadaptasi dan kumodifikasi dari istilah pada plagiarisme dari website ini https://www.turnitin.com/static/plagiarism-spectrum/ sehingga lebih cocok digunakan dalam konteks AMV
- Clone – ketika seseorang mengklaim karya orang lain sebagai karya milik sendiri
Contoh: A men-download video karya B, lalu meng-upload video karya B itu dan mengatakan bahwa video itu adalah hasil karya A - Recycle – ketika seseorang mengambil karya orang lain, lalu mengganti audio dari karya tersebut, dan mempublikasikannya sebagai karya miliknya sendiri
Contoh: A men-download video karya B, mengganti lagu X dalam video itu menjadi lagu Y, lalu meng-upload video tersebut dan mengatakan bahwa video itu adalah hasil karya A - Mashup – ketika seseorang melakukan aransemen terhadap karya orang lain
Contoh: A men-download video karya B, mengganti urutan scene video dengan cara crop (tadinya 1-2-3-4 menjadi 1-4-2-3), umumnya disertai dengan pergantian lagu pada video, lalu meng-upload video tersebut dan mengatakan bahwa video itu adalah hasil karya A - Hybrid – ketika seseorang memasukkan bagian dari karya orang lain ke karya milik sendiri
Contoh: A memasukkan beberapa hasil crop video B yang telah di-download ke dalam karyanya - Replace – ketika seseorang menjiplak FX secara berurutan
Contoh: A menggunakan FX yang sama secara berurutan dengan hasil karya B tetapi menggunakan scene lain
Lalu bagaimana cara membedakan apakah itu ‘steal’ atau terinspirasi? IMO, clone, recycle, mashup, dan hybrid merupakan praktik ‘steal’ yang jelas. Apalagi definisi tersebut dipakai juga pada sebagian besar kompetisi AMV, termasuk kompetisi yang digelar oleh komunitas AMV Indonesia. Untuk replace, idealnya terdapat batas wajar untuk membedakan apakah seseorang menggunakan karya orang lain sebagai inspirasi atau sebagai template copy-paste. Sayangnya, batas wajar tersebut tidak pernah ditentukan. Sehingga saat ini batas yang membedakan kedua hal tersebut masih subyektif alias tergantung pada opini. Namun, IMO, batas yang wajar adalah <20%.
Nah, untuk menutup topik hari ini, ku mau share salah satu AMV dengan list inspirator yang cukup panjang, dan tentunya bukan merupakan suatu karya steal.





