fun fact

“Mitos” Twixtor

Hey ho!

Mitos numero uno adalah twixtor pertama kali digunakan oleh editor AMV dengan nickname lolligerjoj dalam videonya yg berjudul Into The Labyrinth. Namun, kenyataannya twixtor sudah digunakan oleh para editor frag edit / GMV sebelum AMV tersebut tayang.

Guide tentang penggunaan twixtor yang ditulis oleh editor ini dapat dilihat pada disini.

Mitos numero dos adalah sumber video yg digunakan harus memiliki 60fps. Hal ini mungkin berhubungan kenapa twixtor “telat” digunakan pada AMV yang pada umumnya memiliki 24fps. Mitos ini muncul karena pada video 60fps, tiap frame diwarnai dengan pergeseran (meski minimal) gambar yg merupakan syarat utama dalam penggunaan twixtor. Padahal selama dilakukan manipulasi pada velocity, seperti yg ditulis pada guide yg diterbitkan lolligerjoj, twixtor dapat diaplikasikan pada video dengan frame rate apapun. Akan tetapi untuk mencegah ghosting, cara paling mudah adalah bergantung pada pemilihan scene apabila kamu malas untuk melakukan manipulasi tingkat tinggi.

fun fact

Analisa Mengapa Definisi Main Studio di Indonesia Berbeda

Hey ho!

Menyambung dari post sebelumnya tentang main studio, kali ini ku mau share analisa yang mungkin dapat menjawab mengapa tidak ada satu pun main studio pada komunitas ini yang mengikuti definisi internasional.

Jawaban pertama yang terbesit adalah karena tidak ada kamus dalam komunitas amv, sehingga sangat sulit mendapatkan informasi amv dengan mudah.

Jawaban kedua mungkin dapat dijelaskan oleh survey yg pernah kuadakan bbrp tahun lalu ketika awal gencar terbentuknya studio / grup pada komunitas ini.

Pada pertanyaan jumlah rata – rata solo / collab amv per 3 bulan, 54,2% menjawab 1 – 2, akan tetapi untuk durasi rata – rata amv yg dibuat, 62,5% menjawab 30 detik – 1 menit. Hal ini tentunya berbeda dengan solo amv / collab editor luar terutama yang dibuat untuk dipertandingkan.

Dan yg terakhir 62,5% menjawab tidak akan meninggalkan studio / grup untuk join suatu studio / grup.

Menurut kalian, apa kira-kira penyulit terbentuknya main studio menurut definisi internasional pada komunitas kita?