general tips

Beta Tester

Hey ho!

Beberapa dari kalian mungkin pernah melihat kata beta tester pada akhir ataupun dalam deskripsi video. Tapi mungkin ada yg belum familiar atau bahkan belum paham arti kata tersebut.

Kenapa beta tester itu ada? Video editing adalah sebuah seni, dan sebagai sebuah seni, tidak dapat dipungkiri bahwa ada elemen “abstrak” di dalamnya. Hal yang kita anggap luar biasa, mungkin dianggap biasa oleh orang lain. Dan mengingat keinginan terdalam tiap editor adalah diakui oleh banyak orang, mereka akan berusaha membuat karya yg lebih baik dan lebih bisa diterima oleh banyak orang. Dan, let’s face it, sulit sekali untuk menuangkan idealisme kita ke dalam karya yg kita buat. Nah, beta tester ini diharapkan memberikan masukan supaya membuat editor berpikir outside the box and mengulas kembali hal yg dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan.

Siapapun bisa menjadi beta tester. Namun, for the sake of eficiency, ku menyarankan 2 tipe beta tester ini.

  1. Editor yg berpengalaman dalam bidangnya, e.g. editor action, romance, dkk –> untuk mengecek apakah ada hal yg bisa ditingkatkan atau diperbaiki
  2. Non-editor yg tertarik terhadap source yg kita gunakan, e.g. anime, manga, dkk –> untuk mengecek apakah idealisme atau pesan yg hendak kita sampaikan lewat video tersampaikan pada penonton
general tips

Tentang Perekrutan Anggota Tim (2)

Hey ho!

Melanjutkan post sebelumnya tentang perekrutaan anggota tim. Kali ini akan dibahas syarat dan nilai yg dinilai dalam proses perekrutan. Ku juga akan share pengalamanku sebagai (mantan) leader tim untuk tiap poinnya.

A) Skill Editing

Tiap tim mempunyai kriteria penilaian sendiri, namun terdapat “big 3” hampir dalam tiap penilaian, yaitu:
(1) timing / sync — keserasian transisi / fx dengan lirik / beat lagu
(2) flow — keserasian pemilihan scene dengan lirik / atmosfir lagu
(3) originalitas — “identitas” editingmu yang membedakan kamu dengan editor lain

Selain itu, ada 1 kriteria penting lainnya yg bisa jadi penentu dalam proses rekrutmen, yaitu (4) adaptibilitas. Dengan kata lain, apakah editingmu cocok atau dapat disesuaikan dengan proyek tim yg akan datang. Karena itu penting untuk kamu menonton dan mempelajari proyek tim yg ingin kamu ikuti dan menciptakan style editing yg dapat beradaptasi dalam tim tersebut sebagai persiapan aplikasi kamu ke dalam tim favoritmu.

Fun fact, timku pernah mendapat aplikasi seorang editor yg memiliki nilai sangat tinggi pada aspek “big 3”, namun aplikasinya terpaksa kami tolak karena gaya editingnya terlalu bertentangan dengan jenis proyek yg kami kerjakan. Di sisi lain, kami menerima editor dengan nilai rata-rata pada aspek “big 3” tetapi memiliki gaya editing yg dapat diaplikasikan pada proyek tim, meskipun sebagai test member.

B) Personalitas

Tiap tim pastinya ingin memiliki anggota yg aktif dan berdedikasi tinggi. Oleh karena itu, tunjukkan hal tersebut lewat interaksimu dengan editor lain. Jangan sampai kamu dikenal sebagai editor yg suka ngaret kumpulin part dengan seribu alasan, kabur dan tidak berkabar ketika deadline sudah dekat, tidak dapat menerima kritik atau masukan, atau tidak pernah ikut serta dalam proyek tim.

Fun fact, timku menginterpretasikan berdedikasi tinggi dengan jumlah tim yg diikuti editor dan keaktifan editor tersebut dalam tiap tim. Jadi apabila suatu editor join 3 tim, tapi hanya aktif dalam 1 tim, maka kami berikan nilai rendah. Di sisi lain, apabila suatu editor join 10 tim, tapi aktif pada ke-10 tim tersebut tanpa pandang bulu, maka kami berikan nilai tinggi.

C) Koneksi

Yup, memang dunia kejam. Koneksi pun memiliki bagian penting dalam menentukan hasil rekrutmen-mu dalam suatu tim, karena itu sekali lagi sangat penting untuk memliki interaksi dan komunikasi dengan editor lain. Koneksi dapat berupa gold entry ticket yg berarti auto masuk atau rekomendasi.

Fun fact, pada saat perekrutan, tiap leader diberikan 1 suara veto untuk memilih seorang test member tanpa memperhatikan skoring keseluruhan editor tersebut.

Fun fact (2), dalam suatu tim kadang leader suka random bertanya pada anggotanya apakah ada editor yg direkomendasikan. Ku bahkan pernah di chat personal oleh leader suatu tim untuk memberikan nama-nama editor yg pantas diundang auto masuk dalam tim.

general tips

Tentang Perekrutan Anggota Tim

Hey ho!

Menjelang tahun baru, yg artinya kesempatan yg akan datang untuk join tim yg membuka rekrutmen tiap tahunnya, kali ini ku kembali dengan postingan ttg rekrutmen tim.

Secara garis besar, terdapat 2 jenis rekrutmen, yaitu publik atau privat. Rekrutmen publik dibagi lagi menjadi dua, yaitu yg memilki batas waktu (umumnya 1 – 2 bulan) dan yg tidak. Bila kamu mengikuti rekrutmen yg bersifat publik maka kamu punya kesempatan untuk diterima atau ditolak dalam tim. Di sisi lain, bila kamu mendapat undangan langsung dari leader tim alias rekrutmen privat, maka kesempatanmu masuk ke dalam tim adalah 99%.

Ada juga tim yg menggabungkan dua jenis rekrutmen dengan cara berikut:

  • Mengadakan audisi publik, tapi juga mengundang editor secara privat dan meminta mereka untuk ikut audisi publik sebagai formalitas
  • Mengadakan audisi publik dan diikuti oleh membagikan undangan privat
  • Mengadakan audisi publik dengan batas waktu untuk menerima anggota dalam jumlah besar, tetapi sepanjang tahun tetap mengadakan rekrutmen publik tanpa batas waktu untuk menerima anggota sedikit demi sedikit

Sekian untuk post hari ini. Post berikutnya akan membahas berbagai persyaratan dan faktor-faktor yg dinilai dalam audisi.

general tips

Road Map To Become “Known” Editor (2)

Hey ho!

Melanjutkan post sebelumnya tentang bagaimana cara untuk di-“notice” oleh sesama penggemar video editing. Pada post sebelumnya, disebutkan 3 poin berikut; (1) membuat video (perkenalan), (2) berpartisipasi dalam berbagai proyek grup (mep / collab) atau dalam kompetisi, dan (3) belajar / bertanya pada editor yang lebih berpengalaman.

Tahap selanjutnya adalah menanamkan jati dirimu dalam video yg kamu edit. Yg dimaksud adalah ketika seseorang menonton suatu video, orang itu bisa menebak bahwa kamulah editor video itu. Untuk mencapai tujuan ini memang tidak mudah, karena kamu harus berpikir bagaimana kamu menggunakan fitur pada software editingmu untuk me-“nandai” videomu.

Beberapa tips yg dapat dicoba untuk me-“nandai” videomu

  1. Fokus dalam genre editing tertentu
  2. Mendalami dan mengembangkan variasi suatu efek
  3. Membuat coloring yg dapat di-daur ulang dalam banyak kesempatan

Apa maksudnya fokus dalam genre editing tertentu? Bukankah itu artinya membatasi diri sendiri? Jawabannya relatif. Dalam conquest mu untuk memperdalami suatu genre tertentu, idealnya adalah kamu tetap mempelajari berbagai macam perkembangan editing yg ada demi menghasilkan video yg fresh dan up to date. Kamu pun bisa menghasilkan video-video lain yg mungkin di luar ekspertisemu untuk mencoba berbagai macam hal yg berpotensi mengembangkan skill editingmu secara umum. Akan tetapi, untuk membuat suatu “fanbase”, lebih mudah untuk mendalami suatu genre editing tertentu dulu, sebelum kamu memperluas target audiencemu. Post tentang berbagai macam genre dan tipe (mungkin) menyusul.

Kenapa memilih untuk mendalami suatu efek ketika ada ratusan efek? Mereka berperan sebagai dasar editing atau zona nyaman kamu. Ketika kamu kewalahan atau mengalami editor block, efek ini bisa menjadi titik awal maupun titik balik. Ditambah lagi, dengan adanya beragam efek dan tutorial yg “mempermudah”, beberapa editor memiliki kecenderungan untuk tidak meng-explore suatu efek secara dalam yg padahal berpotensi untuk meningkatkan level editingmu. Oleh karena itu, akan lebih mudah untuk kamu dikenal oleh orang lain karena skill atau pengetahuanmu akan efek tertentu karena kamu bisa menggunakan atau memperkenalkan efek tersebut secara “anti-mainstream”.

Untuk coloring, dengan memiliki 2 – 3 coloring dasar dan kemampuan untuk menambahkan / mengurangi elemen coloring yg ada di dalamnya berpotensi untuk membuat videomu memiliki rasa “tailor-made”.

Sekian sharing hari ini, semoga dapat membantu teman editor sekalian :3

general tips

Road Map To Become “Known” Editor

Hey ho!

Meskipun terdapat beragam alasan untuk bergabung dalam komunitas ini, salah satu keinginan terdalam para editor adalah untuk di-“acknowledge” atau diketahui eksistensinya oleh sesama penggemar video editing.

Oleh karena itu, post hari ini terutama untuk editor yg baru tergabung dalam komunitas video editing dan merasa “tersesat” untuk menentukan arah dalam mencapai tujuan tersebut.

Tahap pertama adalah membuat karya perkenalan, preferably sesuatu yg fresh, bisa dengan anime / manga yg jarang digunakan atau lagu yg jarang digunakan. Karya perkenalan tidak harus “wah”, yg terpenting adalah menunjukkan effort kamu dalam video tersebut. Hal terpenting adalah jangan pernah menggunakan anime dengan subtitle atau menggunakan text yg menutupi hampir semua scene karena ingat, scene anime / manga adalah bintang utama dalam video.

Tahap kedua adalah ikut berbagai proyek grup alias MEP sebagai peserta. Alasan untuk join MEP adalah (1) latihan untuk edit dengan berbagai tema / topik, (2) kesempatan untuk bertanya dan mendapat feedback dari sesama peserta atau at least dari host, dan (3) hasil edit-anmu diliat oleh penonton yg mungkin belum kenal kamu karena kamu “menunggangi” nama host. Pada tahap ini, kamu bisa tetapi tidak wajib untuk join suatu grup. Keuntungan untuk jadi anggota suatu grup adalah (1) kamu punya akses untuk join proyek grup secara reguler (tetapi ini tergantung dari grup yg ada juga) dan (2) kamu punya peer-group untuk bertanya dan mengasah skill (tetapi kamu juga harus berani bertanya).

Kamu juga punya opsi lain selain join proyek grup, yaitu dengan ikut dalam suatu kompetisi. Selain video-mu berkesempatan untuk ditonton oleh lebih banyak viewer, video-mu pasti ditonton oleh barisan juri yg hampir selalu merupakan editor yg berpengalaman.

Tahap terpenting adalah belajar dari editor yg lebih berpengalaman. Belajar dalam artian menonton karya mereka untuk mendapatkan inspirasi dan bertanya. Nah, etika bertanya yg baik adalah via PM / DM dengan memperkenalkan diri dan bertanya straight to the point.

Contoh : Pagi kak, saya Chris, member AMV Indo. Saya lihat video kakak yg judul / linknya …. Saya mau tanya ttg transisi / efek di detik …. pas scene …. Boleh tolong jelasin / ajarin bagaimana cara bikin transisi / efek tersebut? Saya pakai program ….

Big NO NO adalah : Kak, ajarin bikin video kyk yg kakak post donk…. Ini tidak jelas bagian apa yg ditanya, dan bisa dijawab abstrak : Buka program …, masukin scene, render, ta dah! Kalau maksud menanyakan dasar editing, tetap lebih baik bertanya spesifik, seperti bagaimana mengimport video, memotong scene, rendering, dll.

Big NO NO (2) adalah : Misi kak… -hening- Ini pesan yg tergolong “sketchy” dan kemungkinan dibalasnya akan lebih rendah dibandingkan dengan pertanyaan yg straightforward.

Big NO NO (3) adalah memaksa editor untuk menjawab pertanyaan kamu secepat mungkin. Dalam komunitas ini, mayoritas menganggap editing sebagai hobi jadi anggaplah kamu beruntung bila pertanyaanmu dijawab dan juga bukan pekerjaan mereka untuk menjawab pertanyaan kamu.

Karena post ini sudah sangat panjang, maka kuakhiri dulu hari ini. Tunggu lanjutannya di kesempatan berikutnya :3

general tips

Konsep Main Studio

Hey ho!

Apakah kalian tahu bahwa definisi “main studio” yg digunakan oleh komunitas AMV Indonesia berbeda dengan definisi yang sesungguhnya?

Main studio sesungguhnya identik dengan guild / clan dalam game. Dengan kata lain, seorang editor tidak bisa menjadi member lebih dari satu main studio. Oleh karena itu, karya solo / collab antar editor yg tergabung dalam suatu studio ter-“branded” oleh studio tersebut.

Namun, seperti definisi yg kita gunakan, mayoritas main studio lebih sering mempromosikan alias menampilkan ulang hasil karya member-nya, terutama karya-karya yg dibuat untuk bertanding di ajang internasional, dibandingkan membuat multi editor project secara berkala.

Beberapa contoh main studio internasional yg ada

  • Soul’s Team
  • Crows AMV Team
  • Elite Nakama Studio
  • Sora To Kasai
  • (Ex) R3act Team

Nah, pertanyaan hari ini adalah berapa banyak main studio yg merupakan #partofamvindo yg mengikuti definisi internasional?

general tips

Konsep RAW

Hey ho!

Post hari ini akan membahas tentang konsep RAW video

Istilah ini awalnya digunakkan untuk mendefinisikan video dengan FX yang minim, dan umumnya terbatas pada pan/zoom, blur, flash, black & white.

Namun, dengan berkembangnya jumlah FX, batasan tersebut tidak ada lagi, dan definisi pun bergeser menjadi video yg menitik-beratkan pada flow dengan FX yang minim

Apa itu flow? Flow itu tidak sama dengan pemilihan scene, namun pemilihan scene yg tepat merupakan salah satu cara untuk mendapatkan flow yg baik.

Flow yg baik contohnya begini
Pergi mancing – dapat ikan – bakar ikan – makan ikan

Flow yg membingungkan contohnya begini
Pergi mancing – kejar kambing – potong ayam – makan indomie

Nah, tapi untuk merangkum semuanya dalam waktu 2-3 menit, kadang itu merupakan suatu tantangan. Disanalah peran text dan background audio, serta salah satu cikal bakal terlahirnya manipulasi scene.

Dan berikut adalah contoh hari ini, suatu amv yg dengan menggunakan background audio dan text menyampaikan betapa pentingnya untuk tidak menyerah :3

general tips

“Professional” Editing Program

Hey ho!

Funfact time! Beberapa studio kadang menampilkan persyaratan berupa “Professional Editing Program Only”

Nah, yg dimaksud program pro itu adalah program non-linear editing, yaitu program yg video/audionya bisa ditaruh dimana saja dan kapan saja secara bebas. Berbeda dengan progam linear editing, seperti windows movie maker atau imovie, dimana video/audio harus ditaruh secara berurutan.

Pada non-linear editing bisa dilakukan skenario
> scene 1 – scene 4 – scene 2 – jeda – scene 3

Pada linear editing hanya bisa dilakukan skenario
> scene 1 – scene 2 – scene 3 – scene 4 (tidak bisa ada jeda di tengah-tengah)