general tips

Beta Tester

Hey ho!

Beberapa dari kalian mungkin pernah melihat kata beta tester pada akhir ataupun dalam deskripsi video. Tapi mungkin ada yg belum familiar atau bahkan belum paham arti kata tersebut.

Kenapa beta tester itu ada? Video editing adalah sebuah seni, dan sebagai sebuah seni, tidak dapat dipungkiri bahwa ada elemen “abstrak” di dalamnya. Hal yang kita anggap luar biasa, mungkin dianggap biasa oleh orang lain. Dan mengingat keinginan terdalam tiap editor adalah diakui oleh banyak orang, mereka akan berusaha membuat karya yg lebih baik dan lebih bisa diterima oleh banyak orang. Dan, let’s face it, sulit sekali untuk menuangkan idealisme kita ke dalam karya yg kita buat. Nah, beta tester ini diharapkan memberikan masukan supaya membuat editor berpikir outside the box and mengulas kembali hal yg dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan.

Siapapun bisa menjadi beta tester. Namun, for the sake of eficiency, ku menyarankan 2 tipe beta tester ini.

  1. Editor yg berpengalaman dalam bidangnya, e.g. editor action, romance, dkk –> untuk mengecek apakah ada hal yg bisa ditingkatkan atau diperbaiki
  2. Non-editor yg tertarik terhadap source yg kita gunakan, e.g. anime, manga, dkk –> untuk mengecek apakah idealisme atau pesan yg hendak kita sampaikan lewat video tersampaikan pada penonton