general tips

Road Map To Become “Known” Editor (2)

Hey ho!

Melanjutkan post sebelumnya tentang bagaimana cara untuk di-“notice” oleh sesama penggemar video editing. Pada post sebelumnya, disebutkan 3 poin berikut; (1) membuat video (perkenalan), (2) berpartisipasi dalam berbagai proyek grup (mep / collab) atau dalam kompetisi, dan (3) belajar / bertanya pada editor yang lebih berpengalaman.

Tahap selanjutnya adalah menanamkan jati dirimu dalam video yg kamu edit. Yg dimaksud adalah ketika seseorang menonton suatu video, orang itu bisa menebak bahwa kamulah editor video itu. Untuk mencapai tujuan ini memang tidak mudah, karena kamu harus berpikir bagaimana kamu menggunakan fitur pada software editingmu untuk me-“nandai” videomu.

Beberapa tips yg dapat dicoba untuk me-“nandai” videomu

  1. Fokus dalam genre editing tertentu
  2. Mendalami dan mengembangkan variasi suatu efek
  3. Membuat coloring yg dapat di-daur ulang dalam banyak kesempatan

Apa maksudnya fokus dalam genre editing tertentu? Bukankah itu artinya membatasi diri sendiri? Jawabannya relatif. Dalam conquest mu untuk memperdalami suatu genre tertentu, idealnya adalah kamu tetap mempelajari berbagai macam perkembangan editing yg ada demi menghasilkan video yg fresh dan up to date. Kamu pun bisa menghasilkan video-video lain yg mungkin di luar ekspertisemu untuk mencoba berbagai macam hal yg berpotensi mengembangkan skill editingmu secara umum. Akan tetapi, untuk membuat suatu “fanbase”, lebih mudah untuk mendalami suatu genre editing tertentu dulu, sebelum kamu memperluas target audiencemu. Post tentang berbagai macam genre dan tipe (mungkin) menyusul.

Kenapa memilih untuk mendalami suatu efek ketika ada ratusan efek? Mereka berperan sebagai dasar editing atau zona nyaman kamu. Ketika kamu kewalahan atau mengalami editor block, efek ini bisa menjadi titik awal maupun titik balik. Ditambah lagi, dengan adanya beragam efek dan tutorial yg “mempermudah”, beberapa editor memiliki kecenderungan untuk tidak meng-explore suatu efek secara dalam yg padahal berpotensi untuk meningkatkan level editingmu. Oleh karena itu, akan lebih mudah untuk kamu dikenal oleh orang lain karena skill atau pengetahuanmu akan efek tertentu karena kamu bisa menggunakan atau memperkenalkan efek tersebut secara “anti-mainstream”.

Untuk coloring, dengan memiliki 2 – 3 coloring dasar dan kemampuan untuk menambahkan / mengurangi elemen coloring yg ada di dalamnya berpotensi untuk membuat videomu memiliki rasa “tailor-made”.

Sekian sharing hari ini, semoga dapat membantu teman editor sekalian :3

general tips

Road Map To Become “Known” Editor

Hey ho!

Meskipun terdapat beragam alasan untuk bergabung dalam komunitas ini, salah satu keinginan terdalam para editor adalah untuk di-“acknowledge” atau diketahui eksistensinya oleh sesama penggemar video editing.

Oleh karena itu, post hari ini terutama untuk editor yg baru tergabung dalam komunitas video editing dan merasa “tersesat” untuk menentukan arah dalam mencapai tujuan tersebut.

Tahap pertama adalah membuat karya perkenalan, preferably sesuatu yg fresh, bisa dengan anime / manga yg jarang digunakan atau lagu yg jarang digunakan. Karya perkenalan tidak harus “wah”, yg terpenting adalah menunjukkan effort kamu dalam video tersebut. Hal terpenting adalah jangan pernah menggunakan anime dengan subtitle atau menggunakan text yg menutupi hampir semua scene karena ingat, scene anime / manga adalah bintang utama dalam video.

Tahap kedua adalah ikut berbagai proyek grup alias MEP sebagai peserta. Alasan untuk join MEP adalah (1) latihan untuk edit dengan berbagai tema / topik, (2) kesempatan untuk bertanya dan mendapat feedback dari sesama peserta atau at least dari host, dan (3) hasil edit-anmu diliat oleh penonton yg mungkin belum kenal kamu karena kamu “menunggangi” nama host. Pada tahap ini, kamu bisa tetapi tidak wajib untuk join suatu grup. Keuntungan untuk jadi anggota suatu grup adalah (1) kamu punya akses untuk join proyek grup secara reguler (tetapi ini tergantung dari grup yg ada juga) dan (2) kamu punya peer-group untuk bertanya dan mengasah skill (tetapi kamu juga harus berani bertanya).

Kamu juga punya opsi lain selain join proyek grup, yaitu dengan ikut dalam suatu kompetisi. Selain video-mu berkesempatan untuk ditonton oleh lebih banyak viewer, video-mu pasti ditonton oleh barisan juri yg hampir selalu merupakan editor yg berpengalaman.

Tahap terpenting adalah belajar dari editor yg lebih berpengalaman. Belajar dalam artian menonton karya mereka untuk mendapatkan inspirasi dan bertanya. Nah, etika bertanya yg baik adalah via PM / DM dengan memperkenalkan diri dan bertanya straight to the point.

Contoh : Pagi kak, saya Chris, member AMV Indo. Saya lihat video kakak yg judul / linknya …. Saya mau tanya ttg transisi / efek di detik …. pas scene …. Boleh tolong jelasin / ajarin bagaimana cara bikin transisi / efek tersebut? Saya pakai program ….

Big NO NO adalah : Kak, ajarin bikin video kyk yg kakak post donk…. Ini tidak jelas bagian apa yg ditanya, dan bisa dijawab abstrak : Buka program …, masukin scene, render, ta dah! Kalau maksud menanyakan dasar editing, tetap lebih baik bertanya spesifik, seperti bagaimana mengimport video, memotong scene, rendering, dll.

Big NO NO (2) adalah : Misi kak… -hening- Ini pesan yg tergolong “sketchy” dan kemungkinan dibalasnya akan lebih rendah dibandingkan dengan pertanyaan yg straightforward.

Big NO NO (3) adalah memaksa editor untuk menjawab pertanyaan kamu secepat mungkin. Dalam komunitas ini, mayoritas menganggap editing sebagai hobi jadi anggaplah kamu beruntung bila pertanyaanmu dijawab dan juga bukan pekerjaan mereka untuk menjawab pertanyaan kamu.

Karena post ini sudah sangat panjang, maka kuakhiri dulu hari ini. Tunggu lanjutannya di kesempatan berikutnya :3

fun fact

Analisa Mengapa Definisi Main Studio di Indonesia Berbeda

Hey ho!

Menyambung dari post sebelumnya tentang main studio, kali ini ku mau share analisa yang mungkin dapat menjawab mengapa tidak ada satu pun main studio pada komunitas ini yang mengikuti definisi internasional.

Jawaban pertama yang terbesit adalah karena tidak ada kamus dalam komunitas amv, sehingga sangat sulit mendapatkan informasi amv dengan mudah.

Jawaban kedua mungkin dapat dijelaskan oleh survey yg pernah kuadakan bbrp tahun lalu ketika awal gencar terbentuknya studio / grup pada komunitas ini.

Pada pertanyaan jumlah rata – rata solo / collab amv per 3 bulan, 54,2% menjawab 1 – 2, akan tetapi untuk durasi rata – rata amv yg dibuat, 62,5% menjawab 30 detik – 1 menit. Hal ini tentunya berbeda dengan solo amv / collab editor luar terutama yang dibuat untuk dipertandingkan.

Dan yg terakhir 62,5% menjawab tidak akan meninggalkan studio / grup untuk join suatu studio / grup.

Menurut kalian, apa kira-kira penyulit terbentuknya main studio menurut definisi internasional pada komunitas kita?

editing tips

Overlay Sebagai Additional Coloring

Hey ho!

Di post sebelumnya pernah dibahas bagaimana coloring menjadi suatu game changer.
Nah, dalam kesempatan ini ku mau share bagaimana overlay bisa digunakan sebagai coloring.

Waktu itu ku ikut serta dalam sebuah mep dengan coloring spesifik, yaitu ungu dan hijau.
Nah, pertama kali ku kumpulin part tanpa overlay dan langsung di ketok palu disuruh revisi.
Karena pada dasarnya ku pemalas, maka tercetus ide untuk tambahin overlay berjenis film burn yang sudah diotak-atik warnanya menggunakan fx color balance menjadi keungu-hijauan.
Maka diterimalah part tersebut tanpa harus kuotak-atik lagi coloring tiap scene :3
Dan ternyata trik itu dipakai juga oleh editor lain dalam mep itu.

Overlay lain yang juga kugunakan untuk meng-enhance coloring adalah
– bokeh, untuk memberikan warna sparkly (apalagi bila dikombinasikan dengan fx glint)
– film hair / scratch, untuk memberikan kesan “kasar”

Nah, bagi yang lebih mahir dalam menggunakan overlay, mungkin bisa share overlay yg kalian sering gunakan untuk meng-enhance coloring :3

P.S. link original mep : https://youtu.be/ckzzplL7AxM

general tips

Konsep Main Studio

Hey ho!

Apakah kalian tahu bahwa definisi “main studio” yg digunakan oleh komunitas AMV Indonesia berbeda dengan definisi yang sesungguhnya?

Main studio sesungguhnya identik dengan guild / clan dalam game. Dengan kata lain, seorang editor tidak bisa menjadi member lebih dari satu main studio. Oleh karena itu, karya solo / collab antar editor yg tergabung dalam suatu studio ter-“branded” oleh studio tersebut.

Namun, seperti definisi yg kita gunakan, mayoritas main studio lebih sering mempromosikan alias menampilkan ulang hasil karya member-nya, terutama karya-karya yg dibuat untuk bertanding di ajang internasional, dibandingkan membuat multi editor project secara berkala.

Beberapa contoh main studio internasional yg ada

  • Soul’s Team
  • Crows AMV Team
  • Elite Nakama Studio
  • Sora To Kasai
  • (Ex) R3act Team

Nah, pertanyaan hari ini adalah berapa banyak main studio yg merupakan #partofamvindo yg mengikuti definisi internasional?

general tips

Konsep RAW

Hey ho!

Post hari ini akan membahas tentang konsep RAW video

Istilah ini awalnya digunakkan untuk mendefinisikan video dengan FX yang minim, dan umumnya terbatas pada pan/zoom, blur, flash, black & white.

Namun, dengan berkembangnya jumlah FX, batasan tersebut tidak ada lagi, dan definisi pun bergeser menjadi video yg menitik-beratkan pada flow dengan FX yang minim

Apa itu flow? Flow itu tidak sama dengan pemilihan scene, namun pemilihan scene yg tepat merupakan salah satu cara untuk mendapatkan flow yg baik.

Flow yg baik contohnya begini
Pergi mancing – dapat ikan – bakar ikan – makan ikan

Flow yg membingungkan contohnya begini
Pergi mancing – kejar kambing – potong ayam – makan indomie

Nah, tapi untuk merangkum semuanya dalam waktu 2-3 menit, kadang itu merupakan suatu tantangan. Disanalah peran text dan background audio, serta salah satu cikal bakal terlahirnya manipulasi scene.

Dan berikut adalah contoh hari ini, suatu amv yg dengan menggunakan background audio dan text menyampaikan betapa pentingnya untuk tidak menyerah :3

general tips

“Professional” Editing Program

Hey ho!

Funfact time! Beberapa studio kadang menampilkan persyaratan berupa “Professional Editing Program Only”

Nah, yg dimaksud program pro itu adalah program non-linear editing, yaitu program yg video/audionya bisa ditaruh dimana saja dan kapan saja secara bebas. Berbeda dengan progam linear editing, seperti windows movie maker atau imovie, dimana video/audio harus ditaruh secara berurutan.

Pada non-linear editing bisa dilakukan skenario
> scene 1 – scene 4 – scene 2 – jeda – scene 3

Pada linear editing hanya bisa dilakukan skenario
> scene 1 – scene 2 – scene 3 – scene 4 (tidak bisa ada jeda di tengah-tengah)

editing tips

Penggunaan Coloring

Hey ho!

Kalau sebelumnya kita bahas penggunaan text, sekarang kita bahas tentang coloring.
“Warna aslinya dah bagus, ngapain lagi diacak-acak jadi terang banget, gelap banget, pelangi, blablabla…”

Banyak alasan untuk menggunakan coloring, kalau buatku, alasannya adalah

  • untuk mempertajam warna original
  • untuk menyamakan warna dari satu scene ke scene berikut biar lebih halus flow videonya
  • untuk manipulasi scenery, khususnya bila mau remake scene tertentu dengan background yg beda
  • untuk mengikuti lirik lagu, jadi kalau lagunya ttg bangun pagi jangan dikasih coloring malam hari
  • sebagai signature atau “tanda tangan” seorang editor

Nah, apa alasan kalian buat pakai coloring tertentu? Seperti biasa, berikut adalah contoh bagaimana penggunaan coloring dapat merubah atmosfir suatu video

P.S. link original mep-nya disembunyiin ama hostnya

editing tips

Penggunaan Text

Hey ho!

Dalam perjalanan editing kalian, apa ada yang pernah mengalami di-“nasihati” karena penggunaan text yg tidak tepat, bahkan ada yg berpendapat karena namanya anime music video bukan lyric video, keberadaan text hanya mengganggu saja

Saat ini, persyaratan kontes-kontes video internasional, penggunaan text diizinkan, namun dikatakan harus berhubungan dengan video itu sendiri. Sayangnya, tidak ada penjelasan apakah penggunaan text berupa lirik musik dianggap sesuatu hal yg berhubungan.

Nah, ku sebagai editor yg juga hobi menggunakan text, mendukung penggunaan text, namun dalam batas yg wajar dan penggunaan yg tepat. Masih menyambung dengan post tentang parodi sebelumnya, ku mau kasih contoh bagaiman text dapat mengubah isi suatu video :3

P.S. original mep link; https://youtu.be/xs5AGuhkkr8

Uncategorized

Greetings!

Hey ho!
Welcome to the den of nonsense where I post editing tidbits and probably random stuff unrelated to editing (like manga, light novel, or games). For editing related stuff, I’m gonna sort the things I will share in Bahasa and in English. And why’s that you ask? That shows how random I am. So, without further ado, enjoy your stay!